PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat digitalisasi dan modernisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi pelayanan petikemas. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadapi kebutuhan industri logistik yang semakin dinamis.
Sejumlah inovasi yang diterapkan meliputi Terminal Booking System (TBS), pengembangan sistem pelayanan kapal EAZI, serta penguatan perencanaan dan pengendalian operasional secara terintegrasi.
Baca Juga: TTL Digitalisasi Arus Truk, Terminal Booking System Jadi Senjata Pangkas Waktu Tunggu
Di TPK Teluk Lamong, perusahaan juga memanfaatkan Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk mendukung ketepatan serta efisiensi proses operasional.
Penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk mempercepat pelayanan, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan produktivitas terminal.
Direktur Utama TTL, David P. Sirait, mengatakan transformasi perusahaan bertumpu pada inovasi, kerja sama, dan peningkatan kualitas layanan.
“Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder,” ujar David.
Baca Juga: TTL Kembangkan BESTI untuk Integrasikan Perencanaan Tambat Kapal Secara Digital
Upaya modernisasi itu berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja. Hingga Agustus 2026, arus petikemas TTL Group mencapai 2.027.914 TEUs, tumbuh 12,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Transformasi tersebut turut mengantarkan TTL meraih penghargaan *Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026* dalam Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura.
Ke depan, TTL akan melanjutkan pengembangan layanan berbasis teknologi untuk memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.
Editor : Redaksi